top of page

Yuk Minimalisir Mubazir! Ramadan berkah tanpa makanan yang terbuang sia-sia

Antusiasme dalam menyambut awal Ramadan memang suatu hal yang lumrah. Dengan adanya tradisi punggahan, takjil serta festival Ramadan. Namun, adakah dari kita yang sadar bahwa ternyata selama bulan Ramadan jumlah limbah makanan yang dihasilkan lebih tinggi daripada bulan lainnya. Waduh, kok bisa?


Credit by : Alsa Salsabila



Salah satu TPST( Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bantar Gebang milik Pemprov DKI Jakarta mengalami peningkatan volume sampah sebanyak 30% yang didominasi limbah makanan pada bulan Ramadan. Pada hari pertama puasa, TPST Bantar Gebang mencatat ada tambahan 864 ton sampah yang kebanyakan dari limbah makanan dan kemasan.


Mengingat pada bulan yang penuh kemuliaan ini memberikan hikmah untuk melatih diri menahan hawa nafsu serta dengan berpuasa kita bisa turut merasakan penderitaan yang dialami oleh orang yang kurang mampu Alih-alih saling melempar kesalahan atau malah menjadi bahan perdebatan, lebih baik kita saling mengintropeksi diri dan mencari solusi agar masalah food waste ini cepat teratasi. Gimana? Udah siap untuk memnimalisir mubazir, yuk! Sama-sama kita coba tips dibawah ini.


Merencanakan menu masakan dan membuat daftar belanja

Penting untuk membuat list menu makanan atau belanjaan untuk menghindari belanja secara impulsif, sehingga kita bisa mengatur dan membatasi diri membeli bahan makanan yang berlebihan. Buat kesepakatan dengan anggota keluarga lainnya untuk menentukan menu makanan pada saat iftar dan sahur. Selalu periksa lemari es anda ketika ingin berbelanja bahan makanan untuk memastikan bahan-bahan yang masih tersisa dan bisa digunakan.


Hindari lapar mata saat memilih menu iftar

Hayoo siapa nih yang kalo beli takjil suka berlebihan? Pasti banyak dari kita yang cenderung menyisakan cukup banyak takjil atau menu berbuka puasa karena kekenyangan. Biasanya karena udah kekenyangan minum air nih hehe. Yah, memang bisa kita bagi kepada tetangga atau disimpan untuk disantap saat pulang tarawih.

Tapi hal ini juga jangan dibiasakan, karena bagaimanapun kita berpuasa agar bisa mengendalikan diri . Jadi, ada baiknya sebelum kita memburu takjil tentukan terlebih dahulu apa saja yang akan dimakan kalau perlu dicatat pada secarik kertas dan selalu dibawa di tangan saat hendak membeli menu berbuka puasa. Selain itu, makanlah di piring kecil untuk porsi lebih sedikit, supaya menghindari lapar mata karena mengambil terlalu banyak makanan.


Mencari resep untuk bahan dan makanan yang tersisa

Tidak ada salahnya mencoba berkreasi menu kreatif dari sisa makanan yang masih dalam kondisi baik terutama bagi kalian yang suka mencoba resep baru. Dan sekarang juga sudah dipermudah dengan adanya internet untuk mencari tau apa yang harus dilakukan dengan bahan atau makanan yang tersisa di lemari es anda . Banyak situs web yang selalu punya ide kreatif untuk membantu kita dalam mengurangi limbah makanan. Sebagai rekomendasi, anda bisa mengunjungi situs blog surplus.id , atau lovefoodhatewaste.com


Menyimpan makanan dengan benar

Mempelajari tentang penyimpanan makanan yang benar memang cukup penting bagi kita semua bukan hanya untuk seorang ibu rumah tangga. Mungkin masih banyak dari kita yang ngasal dalam menyimpan sisa bahan atau makanan di kulkas. Tidak memperhatikan etika dalam menyimpan sayuran, buah-buahan atau produk makanan lainnya. .

  • Selalu perhatikan suhu kulkas apakah cukup dingin , suhu harus antara 1-5 derajat celcius. Dan untuk freezer suhu terbaik yang dianjurkan -18 derajat celcius. Jika lebih hangat, produk akan kadaluarsa lebih cepat .

  • Jika ada makanan sisa segera dinginkan, khususnya jika mengandung daging.

  • Jangan mencampur sayur dan buah dalam satu rak kulkas. Hal itu dapat mempercepat proses pembusukan.

  • Beberapa bahan makanan tidak harus disimpan dalanm kulkas yang terpenting simpan di tempat yang sesuai seperti sejuk dan kering,


Berbagi makanan

Bulan Ramadan memang sudah identik dengan sedekah dan berbagi makanan dengan tetangga, dibagikan untuk buka bersama di masjid, atau pada orang-orang disekitar yang membutuhkan. Dan tentunya kita juga memastikan bahwa makanan yang kita bagikan juga dalam kondisi yang baik. Jika mengadakan acara berbuka bersama, tawari tamu untuk membawa makanan yang masih tersisa guna menghindari limbah makanan.


Re-grow Sayuran

Selain dijadikan kompos, sisa sayuran yang masih layak bisa ditanam kembali dan tentunya hal ini cukup menguntungkan dan menghemat pengeluaran belanja anda. Ada beberapa jenis sayuran yang bisa ditumbuhkan kembali seperti seledri, wortel, daun bawang, kentang, pokcoy,sereh dan masih banyak lagi. Untuk tutorial jelasnya anda bisa mengunjungi situs web atau mencarinya di youtube , selamat mencoba!


Itulah segelintir tips sederhana yang semoga bisa sama-sama kita terapkan baik itu di Ramadan kali ini dan juga pada hari-hari biasanya. Rasa syukur dan bahagia menyambut bulan yang penuh kemuliaan ini memang sudah seharusnya. Namun, jangan sampai kita lupa akan hal kecil yang berdampak besar bagi keberlangsungan hidup manusia,yakni jangan menyia-nyiakan makanan sekecil apapun itu. Sebagaimana yang disampaikan dalam hadis riwayat Muslim dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda “ Dan janganlah ia mengusap tangannya dengan sapu tangan hingga ia menjilati jarinya. Karena ia tidak mengetahui pada bagian makanannya yang mana yang mengandung keberkahan” (H.R Muslim (III/1607)).


30 tampilan0 komentar