World Food Day 2021 : Strategi Konversi Pakan Hewan pada Food Recovery Hierarchy

Magalarva merupakan kewirausahaan sosial yang menawarkan solusi pengolahan limbah organik menjadi pakan ternak. Bermula dari keresahan bersama terkait tumpukan sampah yang menggunung di TPA Bantar Gebang, Rendria Labdde dan Arunee Sarasetsiri mencoba memanfaatkan spesies Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi alternatif dari pengolahan sampah organik di Indonesia. Magalarva telah berdiri sejak tahun 2017 di daerah Gunung Sindur Kabupaten Bogor dan dapat mengolah sekitar 150 ton sampah organik setiap bulannya.


Pada campaign World Food Day yang diadakan oleh Komunitas Surplus, Arunee Sarasetsiri meluangkan waktu untuk menjelaskan aktivitas yang dilakukan Magalarva. Kegiatan Magalarva sendiri menyasar pada usaha-usaha kuliner dalam memanfaatkan limbah organik yang dihasilkan. Adapun limbah organik yang diterima oleh Magalarva dapat berupa buah dan sayur, nasi, makanan matang, bahkan makanan dengan kualitas buruk atau kadaluarsa. Sampah yang diterima oleh Magalarva kemudian diolah dengan cara yang lebih sustainable dan menghasilkan output dengan nilai ekonomi lebih tinggi.


Dokumentasi pribadi Magalarva


Magalarva memanfaatkan fase larva pada Black Soldier Fly (BSF) dalam mengkonversi limbah organik yang diterima. Larva BSF cenderung lebih aktif dalam mengkonsumsi makanan yang menuju membusuk. Sebelumnya, Magalarva menganalisis profil sampah yang diterima dan memastikan komposisi nutrisi yang diproses dan dihasilkan maksimal. Larva BSF sendiri memiliki keunggulan dapat mengkonversi dan menyeragamkan jumlah nutrisi dari limbah organik yang dikonsumsinya.


Larva BSF kaya akan protein dan dapat digunakan sebagai bahan baku pengganti tepung ikan. Selain itu, larva kering utuh dapat diberikan langsung untuk pakan unggas, budidaya, ikan hias, burung, dan hewan peliharaan eksotis sebagai suplemen, atau diolah lebih lanjut dan dicampur dengan bahan lain. Sejalan dengan tema yang diangkat dalam campaign World Food Day oleh Komunitas Surplus, pengolahan limbah makanan yang dilakukan Magalarva sesuai dengan Food Recovery Hierarchy ke-3, yaitu pemberian pakan ternak/hewan.

Dokumentasi pribadi Magalarva


Pada awal tahun 2020, Magalarva memiliki kegiatan Compos Collective untuk beberapa rumah tangga di kawasan perumahan. Hal ini ditujukan untuk mengakomodir beberapa rumah tangga yang ingin mengolah sampah organiknya secara sustainable. Kegiatan ini merupakan hasil dari kerjasama dengan Kebun Kumara dalam mengatasi sampah organik dari sumbernya, yakni rumah tangga.


Pada perjalanannya, Magalarva telah melewati serangkaian riset panjang dalam merumuskan formula yang optimal untuk memanfaatkan spesies Black Soldier Fly (BSF). Tantangan lainnya juga berhasil dilalui Magalarva, diantaranya seperti kesadaran masyarakat yang rendah dalam memilah sampah serta proses meyakinkan mitra yang tidak mudah. Seiring berjalannya waktu, kesadaran berbagai pihak akan isu sampah dan formulasi pemanfaatan Black Soldier Fly (BSF) berangsur membaik.


Dokumentasi pribadi Magalarva


Selama 4 tahun, Magalarva terus melakukan refleksi atas perjalanan yang mereka lalui. Tidak hanya mengevaluasi kelemahan, Magalarva juga terus berupaya untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Kedepannya, Magalarva berharap dapat beroperasi pada daerah potensial lainnya di Indonesia.


Magalarva juga berharap kedepannya awareness masyarakat Indonesia terus bertambah khususnya pada permasalahan limbah pangan. Selain itu, Magalarva juga berharap beberapa pihak dapat mengatasi masalah limbah dari sumbernya. Hal tersebut didasari atas kemudahan serta efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan jika harus mengatasi permasalahan limbah di pembuangan akhir.


Hasil interview ini telah diunggah pada Instagram Komunitas. Cek disini

9 tampilan0 komentar