Surplus Indonesia gandeng Sarinah pada program “Sarinah Bebas Food Waste”

Diperbarui: 16 Agu

Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan pembuang makanan terbesar secara global pada tahun 2018 menurut The Economist Intelligent Unit. Hal ini juga diperkuat dengan data yang dikeluarkan oleh Bappenas (2021) bahwa besaran sampah makanan yang dihasilkan mencapai 23-48 juta ton/tahun—jumlah yang apabila diantisipasi secara tepat dapat memberi makan sekitar 61-125 juta orang (29-47%). Tentu hal ini merupakan sebuah tantangan besar bagi Indonesia dalam memberantas isu sampah makanan, mengingat Indonesia telah berkomitmen dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 pada target ke-2 (menghilangkan kelaparan), dan target ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan).



Penandatangan MoU program “Sarinah Bebas Food Waste” antara Muh. Agung Saputra (CEO & Founder Surplus Indonesia), Fetty Kwartati (Direktur Utama PT Sarinah), Budiharjo Iduansjah (Ketua HIPPINDO), Arief Prasetyo Adi (Ketua Badan Pangan Nasional)


Merespon hal tersebut, Surplus Indonesia melakukan aksi nyatanya. Pada hari Senin, 15 Agustus 2022 dilakukan peluncuran program “Sarinah Bebas Food Waste” yang ditandai dengan penandatanganan MoU antara Surplus Indonesia (platform penggiat food waste) dengan Sarinah Mall (BUMN) dan peresmian booth sebagai simbolis. Program ini didukung oleh Badan Pangan Nasional, Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), dan Yayasan Surplus Peduli Pangan (YSPP).


Peresmian booth simbolis “Sarinah Bebas Food Waste” oleh Muh. Agung Saputra (CEO & Founder Surplus Indonesia), Arief Prasetyo Adi (Ketua Badan Pangan Nasional), Fetty Kwartati (Direktur Utama PT Sarinah), dan Budiharjo Iduansjah (Ketua HIPPINDO)


Program “Sarinah Bebas Food Waste” ini bersifat strategis dan merupakan momentum awal yang akan menjadikan Sarinah sebagai mall pertama yang berkomitmen dalam menekan laju food waste melalui aplikasi Surplus dan keterlibatan Yayasan Surplus Peduli Pangan. Dalam waktu dekat, program ini akan diaplikasikan pada seluruh mall di Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam memberantas kemubaziran dan permasalahan besar masyarakat Indonesia.


Booth simbolis “Sarinah Bebas Food Waste” di gedung Sarinah


Aktivitas pada program “Sarinah Bebas Food Waste” terbagi menjadi dua, yaitu aktivitas bisnis dan sosial. Aktivitas bisnis melibatkan tenant F&B di Sarinah seperti Rumah Atsiri, Nastar by Ritz, Paviliun, Sari Ratu, HAUS!, Es Teler 77, dan Sari Delicatissen. Pengguna aplikasi Surplus dapat membeli makanan pada tenant tersebut dengan harga diskon 50%. Hal ini dapat membantu pengurangan food waste bagi pelaku usaha F&B. Sedangkan untuk aktivitas sosialnya, tim relawan Yayasan Surplus Peduli Pangan akan membantu menyalurkan produk berlebih dari tenant F&B kepada masyarakat di sekitar kawasan Sarinah sebagai upaya menyelamatkan makanan berlebih sekaligus membantu sesama.


Harapannya, di akhir tahun 2022, program “Sarinah Bebas Food Waste” dapat mencegah lebih dari 10 ton makanan yang dapat berpotensi menjadi sampah makanan dan berhasil mencegah kerugian finansial hingga mencapai 500 juta rupiah bagi para tenant di Sarinah Mall. Serta, dapat mencegah potensi munculnya lebih dari 100 ton CO2 dari total makanan yang terselamatkan melalui aplikasi Surplus dan kegiatan Yayasan Surplus Peduli Pangan.



Foto bersama peluncuran program “Sarinah Bebas Food Waste”

62 tampilan0 komentar