Strategi Benua Eropa dalam Mengentaskan Food Waste

Benua Eropa terbilang serius untuk mengentaskan isu Food Waste yang terjadi. Di Eropa, sekitar 88 juta ton limbah makanan dihasilkan setiap tahun dengan perkiraan biaya mencapai 143 miliar euro (FUSIONS, 2016). Menurut data statistik, limbah makanan rumah tangga tahunan yang dihasilkan per kapita di negara-negara di Eropa pada tahun 2020 menunjukan bahwa negara penghasil limbah makanan rumah tangga tertinggi di Eropa adalah Yunani (142 Kg per kapita) dan Switzerland sebagai negara penghasil sampah makanan rumah tangga terendah (72 KG per kapita) (Statista, 2021).


Menanggapi hal tersebut, pemerintah Eropa melalui Eurpean Union dan E-Fushion (Food Use for Social Innovation by Optimising Waste Prevention Strategies) mencoba untuk memenuhi target SDG 12.3, yakni pengurangan food loss dan food waste hingga setengahnya. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintahan Eropa berusaha untuk menjalin kerja sama dengan semua pemain kunci dari sektor publik dan swasta untuk mengidentifikasi, mengukur, memahami, dan menemukan solusi untuk menangani limbah makanan dengan lebih baik. Kebijakan yang berkaitan dengan hal tersebut ialah Farm to Fork Strategy.


Farm to Fork Strategy sendiri merupakan bagian dari European Green Deal, yakni suatu target untuk menjadikan Eropa sebagai benua climate-neutral pertama pada tahun 2050. Strategi Farm to Fork membahas upaya untuk membangun rantai makanan (produsen dan konsumen) yang ramah iklim dan lingkungan. Hal tersebut dicapai melalui 3 hal, yaitu:

  • Memastikan rantai pangan (produksi pangan, transportasi, distribusi, pemasaran dan konsumsi) memiliki dampak lingkungan yang netral atau positif.

  • Memastikan ketahanan pangan, gizi dan kesehatan masyarakat.

  • Menjaga keterjangkauan makanan, dengan rantai pasokan makanan yang terjangkau dan adil.

Selain itu, negara-negara di Eropa juga banyak melakukan kegiatan distribusi makanan berlebih melalui Food Bank secara masif. Jumlah organisasi Food Bank di Eropa sudah mencapai 300+ yang tersebar di 29 negara Eropa (DebatingEurope, 2021). Mendukung kegiatan tersebut, European Food Bank Federation (FEBA) terbentuk untuk mewadahi berbagai aktivitas Food Bank di Eropa. Adapun kegiatan FEBA diantaranya ialah:

  1. Mendukung aktivitas anggota (Food Bank) di Eropa

  2. Memperbesar Jaringan di berbagai Negara di Eropa

  3. Membuat Kebijakan dan Advokasi dalam menyuarakan isu sampah makanan

  4. Menyelenggarakan FEBA Annual Convention. Sebuah acara tahunan yang dilakukan dengan menyatukan berbagai peserta untuk mendiskusikan dan mengevaluasi isu food waste serta kegiatan food bank di Eropa

Dari kebijakan dan aktivitas yang diterapkan di Eropa, Benua Eropa berhasil menyelamatkan ratusan ribu makanan agar tidak terbuang. Kerja sama dan keterlibatan antar pihak merupakan salah satu penentu untuk menyukseskan pengentasan Food Waste. Bagaimana tanggapan Sobat Surplus terkait aktivitas pengentasan Food Waste yang telah dilakukan di Benua Eropa? Apa sih yang dapat diterapkan di Negara Indonesia jika berkaca dari Benua Eropa?


Sumber: FEBA, 2021



18 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua