Simak Cara Dubai Mengurangi Sampah Makanan: Inisiatif “Heafz Al Na’amah” dan “Smart Homes"

Salah satu ciri khas yang dapat terlihat ketika berbuka puasa di Dubai adalah banyaknya jumlah dan jenis hidangan yang disediakan. Disebut-sebut, hotel di Dubai tidak akan menahan diri mereka untuk menghidangkan makanan dalam jumlah banyak dengan mode penyajian prasmanan. Perlu diketahui, sajian prasmanan sedikit banyak dapat mendorong orang untuk mengambil makanan melebihi kapasitas mereka dalam mengkonsumsi makanan sehingga peningkatan sampah makanan dapat terjadi secara cuma-cuma. Untuk mengatasi hal tersebut, Dubai telah menerapkan pedoman baru dalam mengatasi sampah makanan dengan cara melakukan sumbangan makanan berlebih. Salah satu program yang dijalankan di Dubai adalah Heafz Al Na’amah—artinya adalah menjaga karunia yang telah Allah berikan —yang merupakan inisiatif dari Pemerintah Kota Dubai untuk memastikan bahwa hidangan yang tersedia untuk berbuka puasa tidak hanya diperuntukkan untuk para elit di kawasan tertentu saja, namun mereka juga fokus terhadap distribusi makanan ke kelompok yang kurang beruntung—misalnya kelompok yang ada di kamp kerja paksa. Tujuan khusus dari Heafz Al Na’amah adalah pengurangan sampah, serta memastikan surplus makanan dari hotel, acara buka puasa, dan rumah tangga, tidak terbuang secara percuma sehingga makanan tersebut dapat dialokasikan kembali dalam kondisi yang aman dan higienis. Tidak hanya itu, penduduk Kota Dubai juga dapat menyumbangkan makanan mereka ke Heafz Al Na’amah dengan persyaratan makanan tersebut halal, telah dikemas, dan siap saji. Pada tahun 2015, terhitung sekitar 30.000 porsi makanan berhasil disalurkan dari satu hotel, yakni Hotel Al Bustan Rotana. Sobat dapat membayangkan apabila tidak ada inisiatif ini, berapa banyak sampah makanan yang dihasilkan dan akan seberapa parah tingkat kerusakan lingkungan yang dapat dialami Dubai?


Sumber: emirateswoman.com

Selain itu, Dubai juga meluncurkan program lain yang disebut Smart Homes, yang bertujuan untuk mendorong warga Dubai dalam pengurangan sampah makanan selama Ramadhan. Secara teknis, akan dilakukan pengumpulan sampah dalam wadah elektronik yang dapat mengukur jumlah sampah yang dihasilkan oleh setiap rumah tangga. Uniknya, program ini menitikberatkan kepada pemukiman yang didominasi oleh penduduk Emirat karena adanya budaya pertemuan keluarga besar yang dapat berkaitan dengan potensi lebih banyaknya makanan yang terbuang. Untuk mendorong warga, program ini mengeluarkan aturan bahwa rumah yang paling sedikit menghasilkan sampah makanan selama bulan suci Ramadan, akan diberikan hadiah uang tunai dan sertifikat sebagai bukti bahwa mereka telah berhasil mengurangi sampah. Dalam hal ini, ulama dan para pemimpin doa juga berperan penting dengan cara terus memberikan motivasi kepada Umat Islam untuk terus mengikuti prinsip-prinsip Islam yang berkelanjutan.


Sobat Surplus bisa mengikuti diskusi mengenai topik ini bersama anggota Komunitas Surplus lainnya, loh! Yuk, daftar disini!

24 tampilan0 komentar