top of page

Seoul, Korea Selatan Sebagai Wilayah Percontohan Penanganan Limbah Pangan di Asia

Kota Seoul di Korea Selatan merupakan salah satu kota Metropolis di Dunia yang telah memiliki sistem pengumpulan dan pembuangan limbah makanan yang kompleks dan maju. Mengacu pada peraturan pembuangan limbah makanan yang ketat, Seoul menerapkan kebijakan Zero Food Waste untuk meminimalisir limbah makanan yang dihasilkan. Sebelumnya, Korea Selatan sudah berkomitmen untuk mencegah pencemaran laut dengan tidak membuang limbah ke laut melalui Konvensi London di tahun 1992.


Di tahun 2012, Seoul menghasilkan rata-rata 3.311 ton limbah makanan per hari. Menanggapi hal tersebut, di tahun 2010 pemerintah setempat menetapkan agar Kota Seoul beralih ke ‘sistem berbasis volume’ sebagai sistem pembuangan limbah makanan. Sistem tersebut merupakan kombinasi dari kantong sampah berbasis volume, wadah sampah, Radio Frequency Identification (RFID) berbasis berat untuk rumah tangga dan truk dan sertifikat pembayaran seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.




Tidak hanya pada pada limbah makanan berbentuk padat, pemerintah Seoul juga menaruh perhatian pada limbah makanan cair yang dihasilkan. Di tahun 2012, terdapat air limbah makanan sebanyak 1.800 ton, 622 ton diantaranya dibuang ke laut. Menanggapi hal tersebut, di bulan Januari 2013 Pemerintah Seoul menginvestasikan sekitar KRW 7 miliar untuk memasang fasilitas injeksi air limbah makanan dan fasilitas anti-bau ke Pusat Pengolahan Air Jungnang dan Seonam.


Untuk mengolah air limbah makanan secara konsisten, wilayah Metropolitan termasuk Seoul, Gyeonggi, dan Incheon, Seoul mendorong proyek pembangunan fasilitas yang mampu memproses 500 ton air limbah makanan sehari di TPA wilayah Metropolitan yang mengubah limbah makanan air menjadi biogas. Sehingga, setiap hari 622 ton air limbah yang dulunya dibuang ke laut kini diolah 100%.


Tidak hanya itu, Kota Seoul juga mengoperasikan 231 alat pengecil sampah ukuran besar dari tahun dari tahun 2012 hingga 2013. Alat pengecil sampah dinilai cukup efektif dalam mengurangi 80% limbah makanan. Pemerintah Seoul juga membeli beberapa alat pengecil sampah ukuran besar untuk digunakan para keluarga berpenghasilan rendah di gedung multi-unit di Gurogu.


Wah, keren banget ya Sobat Surplus! Korea Selatan menjadi satu-satunya Negara di Asia yang berhasil menjadi percontohan pada Management Food Waste Report dari World Biogas Association, loh. Semoga Indonesia dapat menerapkan pengolahan limbah makanan sebaik yang sudah terjadi di Seoul ya.



Sumber : http://www.urbansdgplatform.org/profile/profile_caseView_detail.msc?no_case=357


119 tampilan0 komentar
bottom of page