Perancis dan Revolusinya Terhadap Food Waste

Permasalahan food waste merupakan salah satu isu yang masih digencarkan hingga saat ini. Di beberapa negara, tindakan food-wasting masih menjadi isu yang sulit diatasi. Namun, apakah kamu tahu bahwa Perancis menjadi salah satu negara yang berhasil mengatasi hal tersebut?


Sumber : unsplash.com


Sebelumnya, 10 Juta ton makanan habis terbuang di Perancis, yang menyebabkan negara ini mengalami kerugian lebih dari 16 Miliar Euro setiap tahunnya. Perancis juga menjadi salah satu negara penyumbang emisi gas CO2 sebesar 15,3 Juta ton, mewakili 3% dari total gas emisi negara tersebut.


Namun, saat ini Perancis berhasil menanggulangi permasalahan tersebut dan membentuk regulasi baru untuk meminimalisir food waste-nya. Pemerintah Perancis telah melakukan berbagai cara yang menjadikan Perancis menduduki posisi tertinggi sebagai negara dengan minim food-waste di angka 83,80, berdasarkan laporan dari Food Sustainability Index (2018). Jika dibandingkan, Indonesia masih berada di angka 61,40, yang berarti semakin kecil skor negara, semakin besar pembuangan limbah makanannya.


Berikut merupakan empat cara Perancis untuk menanggulangi permasalahan food-waste:

a. Hukum Baru Perancis Terkait Food Waste

Pada 2012, Perancis mengeluarkan undang-undang baru yang mewajibkan seluruh masyarakat untuk meminimalisir sampah organik dengan cara mewajibkan donasi makanan, melakukan diskon untuk sektor bisnis dan kuliner, dan mendaur ulang sampah.


b. Melarang Toko Swalayan Untuk Membuang Limbah Makanan

Pemerintah perancis melarang supermarket untuk membuah limbah makanan dari sisa yang tidak terjual. Sebaliknya, supermarket diharuskan untuk menyumbangkan kelebihan makanan ke badan amal dan bank makanan. Bagi mereka yang melanggar, akan dikenakan denda sebesar €75,000 Euro atau 2 tahun penjara.


c. Memberlakukan Layanan Pembuangan Limbah Rumah Tangga

Paris meluncurkan inisiatif daur ulang limbah untuk mendorong rumah tangga mendaur ulang limbah makanan mereka ketimbang membuangnya. Sampah yang dikumpulkan kemudian akan diubah menjadi pupuk atau dikelola di pabrik mekanisasi untuk mengubahnya menjadi panas dan listrik atau biofuel untuk bus.


d.Keikutsertaan Sektor Privat Perancis Dalam Mengatasi Food Waste

Untuk meningkatkan efektifitas pencegahan food waste, Perancis melakukan kerja sama dengan sektor privat untuk bergabung dalam aksi anti food waste. Grup fokus limbah makanan dibentuk tahun lalu dengan dukungan dari Paris la Défense, merupakan kawasan bisnis yang dibangun secara khusus dan terbesar di Eropa yang terletak di Paris.


Indonesia, Yuk Contoh Perancis!

Melihat kemajuan Perancis yang sangat drastis, bukanlah hal yang mustahil untuk Indonesia melakukan antisipasi yang sama. Sebagai negara kedua terbesar penghasil limbah makanan di dunia, Dibutuhkannya kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan masyarakat merupakan hal yang paling penting, agar meminimalisir aksi food-wasting. Penyuluhan terkait pentingnya bahaya food-waste juga perlu mendapat perhatian lebih banyak, agar Indonesia bisa mengurangi sampah makanan yang ada.


Yuk, kita mulai dari kesadaran diri sendiri! Karena food-wasting merupakan sebuah kebiasaan, maka dari itu mari kurangi membuang makanan dan perbanyak donasi kepada mereka yang membutuhkan!


34 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua