Menjadi Pahlawan Food Waste di Era New Normal

Sobat Surplus tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah “From Zero to Hero”, bukan? Istilah tersebut sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang telah berjuang dari nol hingga dapat mencapai titik kesuksesan. Namun, kali ini ada perspektif berbeda dengan menggunakan istilah “From Zero to Hero”, yaitu from zero dalam hal zero food waste dan hero untuk pahlawan peduli food waste. Zero food waste sendiri memiliki makna bebas dari sampah makanan baik dalam bentuk sisa makanan, makanan yang tidak disukai hingga terbuang, maupun bagian makanan yang masih dapat dimanfaatkan tetapi terbuang, seperti kulit buah.


Sumber : unsplash.com


Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2011 mencatat tiap tahunnya terdapat 1,3 juta ton sampah makanan, yang jika ditaksir setara dengan $750 juta. Adapun Indonesia menghasilkan sampah makanan sebanyak 13 juta metrik ton per tahun. Mirisnya lagi, hadirnya pandemi COVID-19 semakin memperburuk keadaan. CEO Tesco, Dave Lewis menyatakan: “Sepertiga makanan di dunia akan terbuang percuma, sementara 1 dari 9 orang kelaparan”.


Angka yang menunjukkan peningkatan food waste akibat pandemi COVID-19 tersebut tentu tidak dapat dianggap remeh. Berbagai dampak negatif dapat ditimbulkan karenanya. Salah satu sektor yang terdampak adalah food bank dunia maupun Indonesia. Pandemi COVID-19 melahirkan perubahan pola makan masyarakat, dalam hal ini berakibat ketidakseimbangan pola konsumsi masyarakat, dimana ada masyarakat yang kelaparan ada pula yang kelebihan makanan hingga membuangnya. Selain itu juga berdampak pada gangguan rantai pasok makanan.


Di sisi lain, berbagai permasalahan tersebut dapat membuka peluang untuk melakukan kebaikan bahkan menjadi pahlawan. Dalam hal inilah dapat menerapkan “From zero food (waste) to hero”. Bagaimana caranya? Jadi, pada dasarnya tidak ada permasalahan yang hadir tanpa solusi, begitupun food waste di era pandemi. Seiring peningkatan food waste maka harus diikuti dengan peningkatan aksi dan kontribusi untuk mengurangi, mencegah, dan menangani food waste. Adapun di era ra new normal, yang diartikan sebagai pembaharuan kebiasaan lebih baik di masa pandemi juga dapat diterapkan dengan pembaharuan dalam meningkatkan kesadaran zero food waste.


Sumber : unsplash.com


Meninjau dari tingkat kesadaran masyarakat yang masih sangat kurang terkait zero food waste, maka siapapun dapat mengambil peran menjadi “hero food waste”. Hal tersebut dapat dimulai dari diri sendiri untuk mengendalikan diri agar dapat meminimalisasi food waste. Langkah berikutnya dapat mengajak orang lain, mulai dari yang terdekat hingga meluas. Cara untuk mengkampanyekan kepada orang lain pun cukup beragam dapat dengan membuat produk-produk inovasi food waste, mengunggah berbagai konten di media sosial tentang zero food waste, membuat tulisan-tulisan di blog, website, koran, majalah, dan sebagainya, mendirikan atau bergabung dalam komunitas peduli food waste, dan dapat dengan mengajak secara langsung kepada masyarakat.


Aksi zero food waste memang terkesan cukup sederhana, namun jika diterapkan secara sungguh-sungguh dan simultan maka dapat berdampak secara lebih luas dan berkelanjutan. Dengan aksi-aksi kecil untuk mengupayakan zero food waste siapapun dapat menjadi pahlawan dan siapapun dapat mendapat gelar “from zero to hero”. Dengan demikian permasalahan food waste dapat semakin menurun, baik di era pandemic maupun pasca pandemi.




36 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua