top of page

Kolaborasi Yayasan Surplus Peduli Pangan dengan Bank DBS Indonesia Kampanyekan Gerakan Tanpa Sampah


Dokumentasi Pribadi Komunitas Surplus


Selama hampir 2 bulan penuh pada pertengahan Juli hingga September, Yayasan Surplus Peduli Pangan (YSPP) telah sukses berkolaborasi bersama Bank DBS Indonesia mengadakan serangkaian kegiatan kampanye Towards Zero Food Waste atau gerakan tanpa sampah makanan. Kolaborasi ini tercipta karena adanya kesamaan nilai yang diangkat kedua belah pihak baik Surplus Indonesia maupun Bank DBS yaitu menciptakan lingkungan tanpa sampah makanan (Food Waste).


Food waste merupakan salah satu isu lingkungan yang memprihatinkan karena dapat menimbulkan berbagai kerugian dan dampak buruk. Menurut hasil kajian BAPPENAS dari tahun 2000 - 2019, jumlah sampah makanan baik Food Loss and Waste di Indonesia mencapai 23 - 48 juta ton per tahun. Dengan membuang makanan sebenarnya ada hal lain yang terbuang seperti air, energi & nutrisi, bahan bakar, dan biaya dalam proses pembuatan makanannya. Tercatat kehilangan ekonomi akibat sampah makanan mencapai 213 - 551 triliun rupiah dan energi yang mencapai 618-989 kkal/hari yang mana seharusnya jumlah tersebut dapat memberi makan hingga 47% orang Indonesia. Food waste juga membawa emisi gas rumah kaca yang dapat menyebabkan perubahan iklim semakin parah.


Oleh karena itu, YSPP dan Bank DBS berinisiatif untuk mengurangi sampah makanan melalui beberapa kegiatan diantaranya PPKM (Program Penyaluran Kelebihan Makanan) dan Content Campaign Collaboration. PPKM merupakan kegiatan penyelamatan makanan yang dimulai dengan mengumpulkan makanan berlebih dari pegawai Bank DBS Indonesia untuk selanjutnya disalurkan ke tenaga kesehatan dan warga pra sejahtera agar tidak terbuang sia-sia.


Dokumentasi Pribadi Komunitas Surplus


Dalam kegiatan ini, makanan dikumpulkan selama 2 minggu, selanjutnya dilakukan pengecekan kondisi makanan dan perekapan jumlah makanan. Makanan yang layak dan telah terekap kemudian dikemas dalam paket berisi aneka jenis seperti mie instan, sarden, biskuit, gula, teh, minyak, dll. Pada tanggal 3 September 2021, paket ini akhirnya disalurkan bersama para relawan Komunitas Surplus kepada tenaga kesehatan lapangan seperti sopir ambulans, petugas keamanan, dan pekarya di Puskesmas Cempaka Putih dan warga pra sejahtera di sekitar puskesmas. Selain berupa paket, donasi juga diberikan dalam bentuk makanan dalam rak yang ditempatkan di Puskesmas agar tenaga kesehatan dapat mengambilnya setiap saat. Total sebanyak 452 kg makanan telah tersalurkan yang berarti mengurangi emisi sebesar 119,42 kgCO2 atau setara dengan berkendara sejauh 499 km.


Dokumentasi Pribadi Komunitas Surplus


Selain lewat kegiatan lapangan, kampanye ini juga dilakukan di sosial media instagram dengan pembuatan konten kolaborasi tentang sampah makanan. Sebanyak 12 konten edukasi telah tercipta mulai dari definisi Food Loss and Waste (FLW) beserta dampaknya, tips mengurangi food waste seperti cara simpan makanan, mengolah kembali makanan, hingga komposting. Masyarakat juga diajak berpartisipasi langsung dalam social media campaign ini lewat mini quiz dan reels competition bertema “Serukan Aksi dan Tebar Inspirasi Melawan Sampah Makanan”. Kampanye sosial media ini berlangsung selama 6 minggu dan telah menarik banyak perhatian dibuktikan dengan kenaikan penggunaan tagar di sosial media yang digunakan yaitu #MakanTanpaSisa, #ValueFoodValuePlanet, dan #KomunitasSurplusxDBS.


Dokumentasi Pribadi Komunitas Surplus


Kegiatan ini diharapkan selain dapat mengurangi food waste secara nyata namun juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan sampah makanan dan memotivasi munculnya gerakan dan kolaborasi serupa oleh stakeholder lain. Sehingga, tujuan pembangunan berkelanjutan yang diusung Yayasan Surplus Peduli Pangan yaitu nomor 2 Zero Hunger, nomor 3 Responsible Production and Consumption, dan nomor 3 Climate Action dapat tercapai.


148 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua