Bahasan "Food Waste and Nutrition" dalam Surplus Discussion

Diperbarui: Feb 4


Benarkah pola makan berhubungan dengan alasan membuang-buang makanan? Lalu apa saja fakta dibalik mitos sisa pangan? Pada hari Sabtu, 30 Januari 2021 yang lalu, Surplus Discussion dilaksanakan via daring dengan mengangkat tema “Food Waste and Nutrition”. Tri Widiawati sebagai narasumber yang diundang merupakan seorang Nutrisionist dan juga Founder dari akun edukasi pangan di Instagram @Nutri_Dialogue.


Bagaimana hubungan antara food waste dan nutrisi?

Tri menjelaskan bahwa pada konteks Sustainable Development Goals (SDGs), nutrisi memiliki keterikatan dengan poin no.2 yaitu Zero Hunger, dimana poin ini juga menjadi fokus utama dari Komunitas Surplus. Pada penjelasannya pula, Tri memaparkan bahwa keinginan untuk meningkatkan nutrisi bisa dilakukan dengan memanfaatkan sumber makanan yang tidak biasa dikonsumsi atau berpotensi menjadi food waste. Dengan begitu, pengurangan food waste dapat dilakukan dengan optimal.


Apa sih faktor-faktor timbulnya food waste?

Ternyata terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi adanya sisa makanan. Faktor ini dapat muncul dari internal dan eksternal diri kita. Faktor eksternal meliputi ketepatan waktu makan, variasi menu yang semakin banyak sehingga ingin membeli dan mengkonsumsi semua produk, serta mutu, penampilan, dan rasa dari makanan. Sedangkan internal diantaranya aktivitas fisik, kondisi fisik dan psikis, nafsu makan, kebiasaan, dan pola makan saat diet. Salah satu yang menjadi perhatian terkait mengenai hubungan nutrisi dan food waste adalah pengaruh pola makan dan isu ugly produce. Pola makan yang dilihat berdasarkan kualitas (disesuaikan dengan kebutuhan energi) dan kuantitas (dapat dilihat dari variasi makanan, sayur yang beragam warna, dan diversifikasi). Pola makan yang baik dapat mengacu piramida gizi seimbang.



Sedangkan terkait isu ugly produce, masih banyak yang ragu untuk mengonsumsi karena tampilan yang kurang baik dan dirasa memiliki kandungan nutrisi yang rendah. Cara menyiasatinya adalah dengan mengolahnya dengan benar, memerhatikan mulai dari persiapan pra pengolahan, saat pengolahan, dan pasca pengolahan.


Tri juga menyampaikan beberapa kunci keamanan pangan (food safety) dari tahap persiapan pangan, pengolahan, hingga konsumsi. Agar tidak terlalu banyak kehilangan zat gizi saat dikonsumsi maka kita harus lebih cermat dan perhitungan saat berbelanja, menyimpan makanan dengan benar agar tahan lama, dan mengolah bahan dengan tepat. Pada kesempatan kali ini, Tri juga mengingatkan pentingnya mengetahui perbedaan Best Before dan Expired Date yang tertera pada kemasan produk makanan untuk menjaga keamanan pangan (food safety) serta mencegah makanan terbuang sia-sia.


Best Before diartikan sebagai batas tanggal makanan tersebut dalam kondisi optimal untuk dikonsumsi. Selanjutnya apabila sudah melewati tanggal tersebut maka akan terjadi perubahan tekstur namun masih bisa dikonsumsi sampai batas wajar contohnya pada makanan kaleng, minuman beku, makanan kering, dll. Sedangkan expired date adalah tanggal batas makanan tersebut bisa dikonsumsi, melewati waktu tersebut sudah tidak aman lagi. Biasanya terdapat pada susu formula, suplemen makanan, produk makanan kemasan, dll. Kita perlu mengetahui tanda-tanda makanan sudah basi dan tidak bisa dikonsumsi lagi, yaitu berlendir, berbusa, bau asam, tumbuh jamur/ kapang/ bakteri, menggumpal, berubah warna, dan berubah rasa.


KESIMPULAN

Pada sesi diskusi kali ini, dapat disimpulkan bahwa keterkaitan antara food waste dan nutrisi memang sangat erat. Banyak jenis makanan yang dianggap food waste tetapi ternyata masih memiliki kandungan nutrisi yang baik, hanya saja kita tidak mengetahui bagaimana cara mengolahnya (yuk pelajari cara mengolah bahan-bahan makanan berikut!). Buah dan sayur yang menjadi salah satu jenis makanan yang paling banyak terbuang adalah salah satu sumber nutrisi terbesar bagi tubuh kita. Hal ini penting untuk menjadi perhatian seluruh masyarakat untuk berupaya tidak menimbulkan food waste. Banyak cara yang dapat dilakukan, salah satu caranya adalah memperhatikan pola makan dan tidak menganggap remeh ugly produce. Selain itu, mengetahui perbedaan Best Before dan Expired Date juga dapat mencegah peningkatan food waste.



145 tampilan0 komentar