5 Produk Upcycled Food di Dunia: Sulap Sampah Makanan Tanpa Korbankan Kualitas

Diperbarui: 16 Sep

Meningkatnya kesadaran tentang isu lingkungan mengarahkan perhatian dunia pada makanan alternatif yang diolah dari sampah makanan. Beberapa negara yang mulai menerapkan nilai pengolahan limbah makanan diantaranya Norwegia, Korea Selatan, Perancis, dan Afrika Selatan. Tren ini perlahan merubah penilaian masyarakat terhadap sampah makanan.


Di Indonesia sendiri, masyarakat mulai memiliki ketertarikan terhadap isu sampah makanan. Namun dalam praktiknya, masyarakat masih menyisakan dan membuang makanan terutama nasi dan sayuran. Padahal, sisa makanan yang masih layak konsumsi dapat diolah kembali menjadi menu baru tanpa mengorbankan kualitas makanan dan kandungan nutrisinya.


Simak beberapa brand yang menyulap seonggok sampah makanan menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Kalau liat produk ini di supermarket, dijamin ga kalah menarik dari produk lainnya!


5 Produk Upcycled Food di Dunia

1. Pulp Chips

Pulp Chips adalah makanan ringan yang diolah dari serat sayuran sisa produksi jus. Produk ini diproduksi di bawah perusahaan Pulp Pantry. Kaitlin Mogentale, pendiri Pulp Pantry, terinspirasi dari sampah serat sisa produksi jus wortel. Melihat kondisi sampah wortel yang terbuang begitu saja, ia memiliki ide untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang menguntungkan lingkungan dan ekonomi.


Produk Pulp Chips kini telah memiliki 4 varian rasa yaitu Jalapeno Lime, Barbecue, Salt and Vinegar, dan Sea Salt. Selain ramah lingkungan, kelebihan Pulp Chips adalah tinggi serat namun rendah karbohidrat. Produk ini juga memiliki beberapa claim yang menyesuaikan gaya hidup konsumennya.


2. Blue Stripe – Urban Cacao

Penemu Blue Stripe, Oded Brenner, telah merintis karirnya di bidang pengolahan coklat selama 25 tahun dan dijuluki reinkarnasi Willy Wonka. Ia sadar, selama produksi cokelat, 70% bagian buah kakao terbuang menjadi sampah. Saat mengunjungi Jamaica, Brenner terinspirasi makanan tradisional yang diolah dari biji kakao. Sejak itu ia melihat cokelat sebagai superfood yang tiap bagian buahnya bisa dimanfaatkan.


Blue Stripe mengembangkan beberapa jenis produk dengan memanfaatkan kakao utuh, sehingga seluruh bagian kakao termanfaatkan. Beberapa produk yang ditawarkan memiliki keunikan sendiri seperti Cacao Water dan Cacao Smoothies. Kedua produk tersebut diolah dari buah kakao yang tinggi kandungan antioksidan.


3. Tepung Serat Apel (Apple Fiber)

Perusahaan berasal dari Amerika Serikat bernama Fuirtsmart mengolah sisa produksi cold pressed juice menjadi tepung serat, salah satu produknya adalah Apple Fiber. Produk ini dihasilkan dari Apple Pomace yang terdiri dari kulit apel, pulp, dan biji apel (25% sisa produksi apel). Apple Fiber dapat digunakan bersama resep masakan kesukaan kamu, contohnya digunakan dalam resep muffin coklat.


Apel sendiri memiliki kandungan antioksidan 2 kali lebih tinggi dibanding anggur merah. Kelebihan apel lainnya adalah rendah lemak, rendah natrium, tinggi vitamin, dan sumber serat yang baik. Tepung serat menjadi alternatif produk yang ramah lingkungan namun tetap memberikan manfaat kesehatan bagi konsumennya.


4. TeaGlee

Produksi kopi di dunia tidak luput dari sampah sisa produksi kopi yang disebut kaskara. Dari 2 ton buah kopi ceri yang dipetik, hampir 1 ton kaskara yang terdiri dari kulit ceri dan buah kopi ceri yang dibuang. Padahal, jika diproses kembali, kaskara memiliki citarasa yang enak mirip seperti citrus dan kandungan antioksidan yang tinggi.


Pengolahan kaskara menjadi teh menghasilkan produk teh yang unik dibandingkan dengan teh pada umumnya. Karakteristiknya diantaranya adalah rendah gula dan kafein. Kadar kafeinnya cukup untuk membantu meningkatkan mood serta memberikan hidrasi. Selain itu, teh kaskara memiliki kandungan antioksidan dan vitamin yang tinggi. Cocok dikonsumsi oleh mereka yang memperhatikan konsumsi kalori harian karena mengandung kalori yang rendah.


5. Tepung Okara (Upcycled Organic Okara Flour)

Okara Flour
(Sumber: Situs Renewal Mill)

Organic Okara Flour merupakan salah satu produk tepung dari upcycled food yang diproduksi oleh perusahaan Renewal Mill. Kelebihan produk ini ialah memiliki kandungan protein yang tinggi, rendah karbohidrat, dan menjadi sumber serat yang baik. Selain itu, tepung okara memiliki claim gluten-free sehingga cocok untuk digunakan konsumen yang menghindari konsumsi gluten.


Tepung ini dibuat dari pulp kacang kedelai sisa produksi susu kacang kedelai sehingga membantu mengurangi sampah makanan tanpa mengorbankan kualitas produk yang dihasilkan.


Sejalan dengan tren Upcycled Food, Yayasan Surplus Peduli Pangan rutin memberikan ide mengolah sisa makanan menjadi menu baru. Beberapa diantaranya; pizza dari nasi sisa, martabak telur gulai ayam, cupcake pisang kukus, dan masih banyak lagi. Ikuti instagram kami dan temukan inspirasi mengolah sampah makanan jadi menu baru tiap minggunya.

Dari rangkuman produk-produk di atas kita tahu kalau sampah makanan masih memiliki nilai jual selama dikelola dengan tepat. Yuk sama-sama lestarikan lingkungan dengan bijak kelola sampah makanan.

38 tampilan0 komentar